Paus Serukan untuk Membantu Korban Bencana Alam di Asia dan Pasifik

Oktober 19, 2009 at 10:08 pm 1 komentar

Pope Benedict XVI

KOTA VATIKAN (UCAN) — Paus Benediktus XVI menyerukan kepada Gereja Katolik di seluruh dunia dan masyarakat internasional untuk membantu mereka yang sedang menderita akibat “bencana alam hebat” belakangan ini di Asia Tenggara dan Pasifik.

“Saya mengajak semua orang bersama saya dalam doa bagi para korban dan orang-orang yang mereka kasihi,” kata Paus kepada ribuan peziarah dari berbagai negara, yang berada di Basilika Santo Petrus pada 4 Oktober untuk mendapat berkatnya.

“Secara spiritual saya dekat dengan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dan bagi semua orang yang mengalami cobaan (karena bencana-bencana ini), dan saya berdoa kepada Allah untuk menolong mereka dalam penderitaan,” katanya, ketika berbicara dari jendela perpustakaannya di Vatikan.

“Saya menyerukan agar solidaritas kita sendiri dan dukungan masyarakat internasional tidak pernah berkurang bagi orang-orang ini,” kata paus dalam sebuah pesan yang disiarkan melalui TV dan radio bagi audiens internasional.

“Saat ini pikiran saya tertuju pada penduduk Pasifik dan Asia Tenggara yang terkena bencana alam yang hebat di hari-hari belakangan ini,” katanya.

Paus mulai dengan menyinggung mereka yang menderita akibat “tsunami di kepulauan Samoa dan Tonga” di Pasifik selatan, yang sedikitnya 176 orang meninggal setelah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 8.0 skala Richter di dasar laut pada 29 September.

Paus juga meminta perhatian untuk Asia Tenggara, memperhatikan orang-orang yang menderita akibat “topan di Filipina, yang setelah itu menghantam Vietnam, Laos dan Kamboja.”

Di Filipina pada 27 September, Topan Ketsana menyebabkan kerusakan di Asia Tenggara, menewaskan hampir 300 orang dan memaksa sekitar setengah juta orang ke luar dari rumah mereka . Topan itu bergerak menghantam Vietnam yang menewaskan 162 orang dan 13 lainnya hilang. Akibat topan  itu, 17 orang dinyatakan tewas di Kamboja dan 24 di Laos, demikian laporan media internasional. Filipina yang dihantam lagi Topan Parma pada 3-4 Oktober yang menewaskan 16 orang.

Berikut, Paus menyoroti bencana alam minggu lalu: “Gempa bumi yang mematikan di Indonesia.” Pulau Sumatra terkena gempa berkekuatan 7,6 skala Richter pada 30 September dan sejumlah gempa susulan yang besar. Tidak ada perkiraan yang jelas tentang korban yang tewas. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 1.100 orang.

Sebelumnya pemerintah melaporkan 715 tewas dan 3.000 hilang, namun direvisi kembali pada 4 Oktober korban tewas mencapai 603 orang dan 960 hilang. Kota Padang dengan penduduk 900.000 jiwa adalah kota dekat dengan pusat gempa dahsyat itu. Wilayah itu mengalami banyak kerusakan dengan setengah dari jumlah bangunan-bangunannya roboh, demikian media.

“Bencana ini menyebabkan kematian dalam jumlah besar, pengungsian, dan lebih banyak lagi kehilangan tempat tinggal” serta mengakibatkan “kerusakan harta benda dalam jumlah yang luar biasa,” kata Paus.

Pada 2 Oktober, Paus Benediktus mengirim telegram yang menyampaikan solidaritas dengan orang Sumatra yang menderita. Telegram itu ditandatangani atas nama paus oleh Sekretaris Negara Vatikan Tarcisio Kardinal Bertone, dan dikirim kepada Duta Besar Takhta Suci untuk Indonesia Uskup Agung Leopoldo Girelli.

Telegram itu mengatakan, paus “secara mendalam sedih ketika tahu tentang gempa bumi yang mematikan baru-baru ini yang dialami Indonesia.” Paus “berdoa untuk para korban dan keluarga mereka yang berduka, memohon istirahat kekal bagi yang meninggal, dan kekuatan dan penghiburan ilahi bagi semua yang menderita.”

Telegram itu selanjutnya mengatakan bahwa “Paus mendorong para pekerja yang memberi pertolongan dan semua yang terlibat dalam menyediakan bantuan darurat bagi para korban bencana ini untuk pantang mundur dalam usaha mereka guna membawa bantuan, penghiburan, dan dukungan.”

Seluruh bencana alam ini telah diberitakan secara luas oleh media Vatikan, dan media Katolik di Italia yang meminta sumbangan guna mendukung berbagai upaya bantuan.

Radio Vatikan memberitakan permohonan yang menggetarkan akan bantuan dari Uskup Padang Mgr Martinus Dogma Situmorang OFMCap yang menekankan perlunya bantuan dari masyarakat internasional.

Caritas Internasional, federasi internasional Katolik dari badan-badan bantuan Gereja, telah meminta bantuan untuk para korban di semua wilayah yang terkena bencana. Dia tengah mengkoordinasikan pertolongan bantuan bersama unit-unit Caritas di negara-negara yang terkena bencana alam itu.

Paus Benediktus juga menyebut bencana alam lain, meski lebih kecil dekat Roma, ketika ia mengingat 21 orang yang tewas dan 400 orang kehilangan rumah akibat dari banjir baru-baru ini di kota Messina, Italia bagian selatan.



Oleh Gerard O’Connell, Koresponden Khusus di Roma

Entry filed under: Katolik. Tags: , .

Yang Terpilih untuk Dipecah & Dibagi SURAT GEMBALA MGR. I SUHARYO

1 Komentar Add your own

  • 1. sacredlyari  |  Oktober 19, 2009 pukul 10:30 pm

    Semoga mereka yang telah mendahulu kita diterima disisi Bapa…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: