Yang Terpilih untuk Dipecah & Dibagi

Oktober 13, 2009 at 3:00 pm Tinggalkan komentar

Menjadi Uskup bukanlah suatu cita-cita sebab tidak ada sekolah khusus untuk menjadi Uskup. Tetapi bahwa seorang imam dipilih menjadi Uskup, pastilah karena memiliki suatu keistimewaan, baik dalam hal iman, moral dan dalam kebijaksanaan hidup. Singkatnya, seorang yang dipilih menadi Uskup pastilah memiliki kesempurnaan dalam tritugas pelayanan sebagai imam, nabi dan raja. Itulah yang terjadi dalam diri Mgr. I. Suharyo, Uskup Agung Semarang.

Gereja Keuskupan Agung Semarang pantas bersyukur atas segala berkat dari Tuhan atas penggembalaan beliau selama 12 tahun menjadi Uskup di Keuskupan Agung Semarang. Dalam masa penggembalaan beliau, lahirlah beberapa kata kunci yang menuntut Gereja untuk selalu merefleksikan, mengolah dan mengambl suatu tindakan nyata dalam peziarahannya di Keuskupan Agung ini. Membangun komunitas, duduk bersama, pelayanan yang murah hati, adalah sebagian dari sekian kata-kata kunci yang diwariskan oleh Bapa Uskup Mgr. I. Suharyo dalam pelayanannya sebagai Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang.

Bahwa sekarang Bapa Uskup Mgr. I. Suharyo dipindah menjadi menjadi Uskup Koajutor di Keuskupan Agung Jakarta, memunculkan berbagai macam ungkapan, kesan, bahkan pesan-pesan tersendiri. Yang jelas, hampir seluruh umat Keuskupan Agung Semarang, para imam, biarawan dan biarawati merasa kehilangan. Seorang imam mengatakan: “wis, sesuk Semarang diganti Uskup sing elek wae, ben ora usah dipindah-pindah (Dah.. besok Semarang diberi Uskup yang jelek saja, biar tidak dipindah-pindah: hanya masalahnya apakah Roh Kudus akan dapat memilih Uskup yang jelek?) Ungkapan imam itu menunjukkan adanya kekecewaan imam tersebut karena kepindahan Mgr.I. Suharyo. Memang, pindahnya Uskup Agung Semarang sudah merupakan peristiwa yang kedua kalinya setelah sebelumnya yaitu Bapa Kardinal Yulius Darmaatmadja SJ, Uskup Agung Semarang juga dipindah ke Jakarta.

Great moment to share….
Jika kita googling dengan kata kunci “Ignatius Suharyo”, dalam kurun 0.23 detik terkumpul 5.820 artikel. Jika dicari “Mgr. Ignatius Suharyo”, terkumpul hasil 9.440 artikel berbahasa Indonesia dan 949 artikel berbahasa Inggris dalam waktu 0.06 detik. Saya ketik kata kunci “I. Suharyo Pr”, maka tertayang 24.500 hasil dalam waktu 0.27 detik. Apa artinya itu, jika bukan kenyataan bahwa Monsinyur Suharyo “kondhang”? (J. Dwi Harsanto, Pr)

Beliau tidak suka jajan. Dalam hal ini, beliau sangat cocok untuk menggembalakan umat di Jakarta karena kesaksian hidup sederhana menjadi sangat bermakna di tengah maraknya gaya hidup metropolitan yang sarat dengan aktivitas belanja dan kuliner. (CB Mulyatno, Pr).

Aku mikir tentang hal-hal besar demi panggilan dan perutusanku, tapi Rama yang lembut itu berpikir begitu sederhananya. Pelajaran rohani yang kudapatkan dari rama yang lembut ini: hidup tidak boleh berhenti pada bungkus serta pentingnya keheningan dan suka cita dalam hidup dan panggilan. (St. Eka Riyadi, Pr.).
Ungkapan sesanti yang menggunakan unsur tiga (entah tiga kata atau tiga ungkapan peneguh), kerapkali kita dengarkan dan juga kita rasakan. Tiga kata Uskup yang bisa menjadi daya pamungkas adalah “Baik, terima kasih, teruskan”. (FX Sukendar Wignyasumarta, Pr)

Getaran hati Mgr. I. Suharyo telah dinanti di Jakarta. Menggetarkan Jakarta yang mendamba dengan sabda: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku” (Yoh 2:17). Cinta untuk rumah Keuskupan Agung Jakarta menghanguskan hati. Jakarta digetarkan dengan hati: cinta untuk rumah-Mu menggetarkan aku. (P. Riana Prabdi, Pr)

Kanisius

Entry filed under: KAJ, Katolik, Keuskupan Agung Semarang. Tags: , , , , , , .

Secarik Surat dari Padang Paus Serukan untuk Membantu Korban Bencana Alam di Asia dan Pasifik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: