III. Bertanggung Jawab pada Masyarakat Luas

Maret 7, 2009 at 8:57 pm Tinggalkan komentar

1. Lagu Pembukaan

2. Tanda Salib dan Salam

P  Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U Amin.

P Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus besertamu.

U Dan sertamu juga.

 

3. Pengantar

Gereja hadir di tengah masyarakat yang majemuk dan situasi nyata masyarakat yang lemah, miskin dan menderita. Gereja sebagai paguyuban murid-murid Kristus dipanggil dan diutus un-tuk mewujudkan kesejahteraan umum, membebaskan orang-orang yang tertindas oleh ketidakadilan, memberantas kemiskin-an dan memelihara lingkungan hidup.

Yesus mengajak para murid untuk berbelaskasih dan melakukan tindakan nyata membantu orang yang lapar dan haus akan kasih Tuhan. Sebagaimana para murid menerima kasih dan pemeli-haraan Tuhan dengan cuma-cuma, maka kita diundang untuk memberi dengan cuma-cuma pula. Pertemuan ketiga ini menga-jak kita untuk mensyukuri relasi dengan Kristus sekaligus untuk menanggapi ajakan Kristus bertanggung jawab terhadap nasib saudara-saudari kita yang berkekurangan.

4. Pernyataan Tobat ( TPE hal 21 )

P Marilah kita hening sejenak untuk memeriksa batin, khususnya sikap kita terhadap masyarakat pada umumnya. (hening sejenak)

P Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami supaya berbuat yang benar. Tuhan, kasihanilah kami.

U Tuhan, kasihanilah kami.

P Engkau menanggung dosa kami supaya kami bebas dari kekuatan dosa dan dapat hidup menurut kehendak Allah. Kristus, kasihanilah kami.

U Kristus, kasihanilah kami.

P Engkau menderita bagi kami supaya kami selamat dan mengikuti jejakMu. Tuhan, kasihanilah kami.

U Tuhan, kasihanilah kami.

P Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita mengampuni dosa kita, mengantar kita kehidupan yang kekal.

U Amin

 

5. Doa Pembuka (bersama-sama)

Allah Bapa, Pencipta dan Penyayang kehidupan, Engkau mengetahui apa yang sedang terjadi pada masyarakat kami. Begitu banyak bencana dan krisis yang menimpa, entah karena bencana alam maupun karena buatan tangan manusia sendiri. Semoga masyarakat kami mau bertanggung jawab atas bencana yang terjadi dan kami tergerak untuk bersatu mengatasinya. Demi Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

6. Lagu Pengantar Bacaan

7. Bacaan Kitab Suci : Mat 14:13-21

(Perikop dibaca 3 kali: bersama-sama satu kali, dibacakan oleh salah seorang peserta, dan membaca dalam hati.)

Renungan singkat

Makan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia selain tempat tinggal dan pakaian. Di antara kita masih banyak yang bertanya: besok makan apa? Artinya: banyak saudara-saudari kita yang belum mendapatkan makanan. Tidak jarang kekurangan makan, bukan karena tidak ada makanan, tetapi karena tidak ada keadilan, yaitu: keadilan distributif, pembagian makanan yang tidak merata. Bumi dan kekayaan alam dipercayakan kepada manusia, untuk kesejahteraan manusia, namun sayangnya hanya dikuasai sebagian kecil saja manusia, sehingga banyak orang tidak mendapatkan makanan.

Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Semesta Alam, sangat mengasihi manusia. Ia memberikan makanan dan rejeki. Ingat saja bagaimana Allah menyediakan makanan bagi Umat-Nya ketika mereka kelaparan di padang gurun. Hati Tuhan selalu berbelaskasihan kepada semua orang, terlebih mereka yang lemah, sakit dan kelaparan. Yesus mengundang dan melibatkan para murid-Nya untuk memberikan makanan dan kesembuhan bagi semua orang. Ia mengajak Para murid-Nya untuk bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup sesamanya. Mereka diminta percaya bahwa bersama Dia tidak ada orang yang berkekurangan.

Dengan demikian para murid diajak untuk “berpolitik”, bukan dalam arti berpolitik praktis, tetapi dalam arti memperjuangan kesejahteraan semua orang. Para murid diundang untuk tidak memperkaya diri, tetapi bekerja dengan jujur dan tekun, serta memberikan apa yang menjadi hak orang lain untuk makan, pakaian, tempat tinggal, kesehatan. Kita diharapkan bertanggung jawab terhadap hidup sesama, agar saudara kita dapat memuji dan memuliakan Tuhan.

Bagaimana caranya? para murid diajak untuk bersyukur atas berapa pun yang mereka miliki. Mereka diminta untuk berani menyerahkan segala milik dan jerih payah mereka kepada Tuhan. Para murid hendaknya beriman kepada-Nya. Selain itu, kita dapat membayangkan juga bahwa kalau setiap orang menyumbang sedikit dari apa yang mereka miliki, maka kumpulan itu bisa dibagikan kepada mereka yang tidak memiliki sama sekali. Inilah kekuatan Ekaristi: bersyukur dan percaya kepada Tuhan dan memberi sebagian dari apa yang kita miliki.

8. Doa Umat

P Marilah kita merendahkan diri di hadapan Allah dan memanjatkan doa dan permohonan kita:

P Yesus, Engkau mengajarkan kami, untuk peka dan peduli akan kebutuhan sesama kami yang terlantar dengan saling berbagi sebagai rasa ungkapan bertanggung jawab satu terhadap yang lain.

U Mampukanlah kami, ya Tuhan, untuk percaya bahwa Engkau sungguh berada di tengah-tengah kami. Buatlah hati kami berbelaskasih seperti Engkau.

P Ya Bapa, Engkau memanggil dan mengutus Gereja-Mu membawa warta pembebasan bagi yang miskin, yang tertindas, yang lapar, dan membawa pendamaian dan pengampunan terhadap pelaku tindak kekerasan.

U Kuatkanlah tangan kami untuk bekerja demi kebaikan semua orang, mendahulukan mereka yang miskin dan lemah. Roh Kudus tinggallah di tengah-tengah kami selalu agar kami menyadari tanggung jawab kami pada masyarakat luas.

P Tuhan, kami bersyukur atas rejeki yang Kau berikan pada kami, yang Kau sediakan melalui orang-orang yang berjasa kepada kami. Ingatkan kami masih banyak mereka yang tidak mendapatkan rejeki.

U Ajarilah kami untuk menghargai segala pemberianmu dengan bijaksana, semoga kami mau dan mampu menghargai setiap jerih payah saudara kami yang menyediakannya.

P Marilah kita memanjatkan doa dan permohonan kita …. Marilah kita mohon:

U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Demikianlah, ya Bapa, doa dan permohonan yang sempat terucap lewat kata-kata kami. Perkenankanlah kami menggabungkannya dengan doa yang diajarkan Putera-Mu sendiri. Bapa kami ….

9. Doa Penutup (bersama-sama)

Tuhan Yesus, kami bersyukur bahwa Engkau selalu memberi kami rejeki dan mengundang kami untuk ambil bagian dalam perjamuan-Mu. Semoga berkat persatuan dengan-Mu kami tergerak untuk membantu mereka yang lapar, miskin dan tertindas. Semoga semangat solidaritas untuk berbagi senantiasa hadir di tengah-tengah kami sebagaimana Engkau selalu ingin tinggal pada kami. Karena Engkaulah Tuhan yang bangkit yang membebaskan kami dari dosa dan kelemahan kami. Amin.

10. Membangun Niat

(Pemimpin mengajak umat membuat niat konkret, yaitu: siapa melakukan apa dan kapan dilaksanakan. Dengan demikian, Umat sungguh menghidupi Sabda Tuhan.)

11. Berkat dan Pengutusan

P Tuhan sertamu.

U Dan sertamu juga.

P Berkat Allah yang mahakuasa meneguhkan persaudaraan dan solidaritas kita pada masyarakat yang membutuhkan.  Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U Amin.

P Ibadat kita sudah selesai

U Syukur kepada Allah

P Marilah pergi kita diutus bertanggung jawab pada masyarakat.

U Amin.

 

12. Lagu penutup

 

Entry filed under: Coretan Harian. Tags: , , .

II. Bertanggung Jawab Pada Lingkungan IV. Bertanggung Jawab pada Bangsa dan Negara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: