Semakin murah hatinya, semakin tinggi nilainya

September 15, 2008 at 5:27 pm Tinggalkan komentar

Kemarin sore mbah datang Misa di Paroki St Helena – Lippo Karawaci, ada yang menarik pada Warta Santa Helena yang dibagikan oleh Putri Sakristi di depan pintu, mbah ingin bagikan bagi anda semua …

Dewasa ini untuk mendapatkan 1 (satu) kemurahan saja (kemurahan hati ataupun barang) sangat sulit. Hati saya sangat terharu ketika melihat antrian panjang Bazar – 1.000 dalam rangka Pesta Nama Paroki St Helena tanggal 24 Agustus 2008. Ternyata di tengah-tengah kesulitan ekonomi terdapat ribuan barang murah di Bedeng Helena

Saya lebih terharu lagi ketika seorang anak kecil datang menghampiri saya dan bertanya, “Om, masih punya kupon ?” lalu saya berbalik bertanya, “adik punya uang Rp 1.000,- ? lalu saya memberikan kupon saya beserta uang Rp 1.000,- karena ternyata dia tidak membawa uang. Alangkah senangnya dia dan terlihat kebahagiaan menyertainya

Saya beruntung dengan Rp 1.000,- saya dapat memberi kebahagiaan bagi sesama saya. Ternyata kemurahan hati tidak dapat diukur dengan uang, kasih tidak dapat diukur dengan barang. Kebahagiaan seseoranglah yang dapat menggambarkannya bagi kita

Pada bacaan hari ini, Jesus dengan murah hati, merendahkan diriNya, turun dari Surga, mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2 : 7-8) Itu semua dilakukanNya untuk berbagi kebahagiaan hanya untuk kita

Bermurah hati untuk berkata jujur dan merendahkan diri bukan berarti anda hina, tapi itu adalah proses perubahan yang harus dilakukan untuk mencapainya. Berubahlah sekarang namun jangan pernah berhenti untuk berkembang

Bermurah hati sama dengan membuat nilai tambah, merendahkan diri adalah membuat peluang untuk menaiki tangga kehidupan yang lebih tinggi. Mari bangun niat dan lakukan sekarang juga, karena ketika kita melakukannya, saat itulah kita sedang membangun istana kehidupan

Tuhan memberkati … !

Dikutip dari Warta Santa Helena – edisi minggu 14 September 2008

Entry filed under: Katolik. Tags: .

Pertemuan 3 – Bermurah Hati Kepada Masyarakat Mewujudkan habitus baru yang bersumber dari kemurahan hati Allah (Pertemuan 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: