Jangan “karena tapi “walaupun”

September 13, 2008 at 11:54 pm 2 komentar

Pertemuan ke 2 Bulan Kitab Suci mengambil tema Memberdayakan Lingkungan Untuk Bermurah Hati dengan mengutip Lukas 6 : 30-38

Marilah kita lihat Luk 6:33 – “Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.”

Dengan kata lain Kristus ingin mengatakan berbuat baiklah pada siapa saja termasuk kepada orang-orang yang tidak sepaham dengan kita (Lukas 6 : 35) … hehehe susah ya ? memang susah dan jangan takut bila kita mengatakan itu susah, ya itu manusiawi, tapi bagaimana ?

Mungkin “jalan” ini bisa membantu agar supaya kita dapat melaksanakan perintah Kristus tersebut, sebaiknya apabila kita berbuat baik, memberi, meminjamkan, menolong orang lain janganlah kita beri predikat “karena”, sebagai contoh karena dia baik terhadap saya, karena dia telah menolong saya, karena kasihan, karena …, karena …

Akan tetapi berilah predikat “walaupun”, misalnya walaupun dia kurang bersahabat dengan saya, walaupun dia tidak sepaham dengan saya, walaupun saya tidak kenal dia, walaupun …, walaupun …

Itulah cinta sejati, Itulah cinta kasih yang berasal dari Allah

Bagaimana ?

Entry filed under: Katolik. Tags: .

Siapakah mereka ? Pertemuan 3 – Bermurah Hati Kepada Masyarakat

2 Komentar Add your own

  • 1. DK (Debu Kehidupan)  |  September 20, 2008 pukul 2:28 pm

    Mantap sekali,mbah.Mulai sekarang,walaupun saya pelit sama Mbah,tetap Mbah harus mengasihi saya.Itulah kasih sejati.

    Bagaimana?

    GBU🙂

    Debu Kehidupan … anda ini memang orang yang rendah hati, lah wong suhu nya mbah kok menamakan diri atau menganggap dirinya hanya debu, nggak lumpur aja sekalian

    Bagaimana dengan Bulan Kitab Suci di Keuskupan Surabaya ? mbok ya di posting disini satu saja, bagi-bagi berkat mas

    Mudah-mudahan kita semua dapat lebih banyak lagi dalam memberi, terutama memberi kasih kepada sesama manusia, siapa saja, dan alam semesta ini

    Salam

    Balas
  • 2. DK  |  September 23, 2008 pukul 1:20 pm

    Setuju,mbah.semoga kita lebih dimampukanNya dalam memberikan kasih kepada sesama.

    Di Sbaya renungannya yah kurang lebih sama,mbah.Nggak perlu repot,tinggal klik kesini aja dan baca renungan2 yang lengkap dan mantap.

    OOt dikit,saya suka sekali foto sawah diatas,dan membayangkan duduk sendiri di gubuk itu sambil terkantuk-kantuk…..hehehe.

    GBU:)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: