Ad Maiorem Dei Gloriam – Novena Hari 9

Juli 30, 2008 at 12:13 pm Tinggalkan komentar

Rabu, 2008 Juli 30

Ambillah ya Tuhan Kebebasanku

Kehendakku, budi ingatanku

Pimpinlah diriku dan Kau kuasai

Perintahlah, akan ku taati

Hanya rahmat dan CintaMu padaku

Yang ku mohon menjadi milikku

Hanya rahmat dan cinta dariMu

Berikanlah menjadi milikku

Lihatlah semua yang ada padaku

Ku haturkan menjadi milikMu

Pimpinlah diriku dan Kau kuasai

Perintahlah akan kutaati

Doa yang sering kita dengar ini adalah bagian dari Latihan Rohani St. Ignatius (no.234), yang bisa menjadi sebuah “ringkasan” perjalanan hidup Ignatius: Mengabdi Sang Pencipta. Keinginannya adalah mengabdi Tuhan, membawa orang kepada Tuhan dan mencintai orang miskin. Kita mungkin bisa bertanya, darimanakah energi yang Santo Ignatius dapatkan sehingga ia berani meninggalkan Puri Loyola yang megah dan status kebangsawanannya, pergi berjiarah, menjadi pengemis, kembali ke bangku sekolah dan belajar hingga mendirikan Serikat Jesus? Sebuah pejiarahan hidup yang sangat panjang dan tentunya melelahkan.

Satu-satunya jawaban adalah: Perasaan dicintai oleh Tuhan yang begitu besar. Ya, perasaan cinta Tuhan yang begitu besar inilah yang menggerakkan Ignatius. Energi yang dia dapat bersumber dari pengalaman dicintai oleh Tuhan sendiri yang begitu besar. Kisah Ignatius adalah kisah seorang santo yang sangat manusiawi. Dia tidak lepas dari ketakutan, kesepian, godaan atau kelemahan-kelemahan manusiawi lain. Namun alih-alih lari dari realitas itu, Ignatius malah berani menghadapinya, merasakan godaan yang ada dan akhirnya menjadi peka akan kelemahan diri, gerakan roh baik dan jahat serta karakter dirinya. “Menjadi suci adalah menjadi semakin manusiawi, bukan menjadi sempurna”, mungkin begitulah kisah Ignatius bisa kita lukiskan. Artinya, dengan merengkuh nyata kemanusiawian kita, lengkap dengan segala kelemahan dan kedosaan, kita semakin juga merasakan cinta Allah yang besar dalam seluruh perjalanan hidup kita. Dalam kelemahan kita, Allah pun bekerja, dan seringkali kita menemukan bahwa pengalaman jatuh kita merupakan sebuah ajakan untuk bertemu Dia dan juga ajakan untuk mengenal diri kita secara lebih mendalam. Disinilah cinta Tuhan sungguh menjadi lebih nyata.

“Menjadi suci adalah menjadi semakin manusiawi, bukan menjadi sempurna”

Apakah anda pernah merasakan cinta Tuhan? Dimanakah dan bagaimanakah cinta Tuhan itu anda terima dan rasakan? Apakah dalam kelemahan dan pergulatan diri anda, anda pernah menemukan dan berjumpa dengan Tuhan sendiri? Sejauh mana perjumpaan itu membekas dan sungguh mengubah diri anda? Darimanakah energi yang menggerakkan hidup anda sekarang? apakah hidup kita hanya digerakkan semata-mata atas kebutuhan untuk “survive”, semata-mata hanya karena kita harus bekerja, mencari uang, menghidupi diri atau keluarga? atau adakah dimensi spiritual dari apa yang kita kerjakan dalam hidup ini? Dimanakah Tuhan dalam hidup anda?

Mungkin ada baiknya kita menyisihkan waktu untuk merenungkan hal ini….dan akhirnya bisa bertanya sebagaimana Santo Ignatius pun bertanya dalam dirinya kepada Kristus yang tersalib:

“Apa yang telah kulakukan untuk Dia”

“Apa yang sedang kulakukan untuk Dia”

“Apa yang akan kulakukan untuk Dia”

Ad Maiorem Dei Gloriam- begitu semboyan dari Ignatius, yang artinya Demi Kemuliaan Tuhan yang Lebih Besar. Apakah hidup kita adalah wujud ekspresi “ad Maiorem Dei Gloriam”? Semoga!

Doa Novena St. Ignatius Loyola

Bapa Ignatius,

Dari abad ke abad, banyak orang telah menimba inspirasi hidup darimu, untuk menemukan Tuhan dalam hidup mereka sehari-hari.

Dunia kami dewasa ini semakin membutuhkan kemampuan dan kemauan untuk menemukan Tuhan di dalam segala sesuatu; Menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam setiap niat dan usaha kami; Selalu mencari apa yang menjadi kehendakNya, dan selalu mendambakan Cinta dan RahmatNya dalam hidup kami.

Ajarilah kami kebebasan yang hanya datang dan tumbuh karena kesetiaan kami pada karya dan kehendak Tuhan sendiri di dalam dunia ini dan di dalam hidup kami yang indah, tetapi yang sekaligus juga diwarnai dengan kedosaan, dan kekerasan yang kami lakukan kepada sesama kami.

(dilanjutkan percakapan pribadi berkaitan dengan intensi/permohonan pribadi)

Bapa Ignatius,

Dalam perjalanan hidupmu, engkau mengalami bahwa Tuhan sendirilah sahabat setia di setiap langkah. Engkau mengabdikan hidupmu kepada Tuhan untuk berperan serta di dalam karya keselamatanNya bagi umat manusia.

Ajarilah kami untuk semakin merasakan kehadiran Tuhan. Bimbinglah kami supaya kami dapat semakin menimba kekuatan dari Tuhan yang hadir dan bekerja bersama kami dan di dalam hidup kami.

Semoga dengan perantaraan doa Bapa Ignatius sendiri, Tuhan memberikan kekuatan, rahmat kegembiraan dan kedamaian di dalam diri kami, serta juga mengabulkan permohonan kami yang tulus di dalam novena ini, apabila semuanya itu memang demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.

Bapa Kami……

Salam Maria…..

Sumber : Finding God in All Things

Entry filed under: Katolik. Tags: , .

Ignatius dan Desolasi – Novena Hari 8 Pesta St Ignatius Loyola

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: