Inigo dan Pembedaan Roh – Novena Hari 3

Juli 24, 2008 at 10:48 am Tinggalkan komentar

Posted: 23 Jul 2008 01:27 PM CDT

Pengalaman Inigo di perbukitan dekat Biara Montserrat membuahkan pengalaman rohani yang begitu mendalam dan memantapkan tekadnya untuk membaktikan diri pada Tuhan. Penyerahan pedang di atas altar, dan juga memberikan pakaian kebangsawanannya kepada pengemis sungguh menggambarkan sikap batin Inigo yang total. Rupanya pengalaman rohaninya begitu dahsyat dan transformatif sampai-sampai menggerakannya untuk berbuat secara total pula.

Inigo, memutuskan untuk berjiarah ke Yerusalem dengan kapal dari Barcelona. Namun sebelum berangkat ke Barcelona, dia memutuskan untuk “turun gunung” dan tinggal beberapa hari di Manresa. Semangatnya masih meluap-luap. Pengalaman rohaninya masih “hangat” sehingga dengan tekad bulat dia pun menghidupi dirinya sebagai pengemis di Manresa, dan tinggal di tepi sungai. Ya, inilah cara hidup seorang pejiarah.

“Turun gunung” rupanya tidak selalu menyenangkan. Inigo harus menghadapi realitas. Panas dan berdebunya dunia harus dirasakan ketika dia mau menghidupi “impian-impian” salehnya. Berjuang hidup sebagai pejiarah dan pengemis membuat dia bertemu dengan “setan” dalam dirinya. Kerinduan akan nostalgia di Puri Loyola, kesepian batin, sampai akhirnya keinginan untuk bunuh diri mewarnai hari-hari inigo di Manresa. Ternyata keinginan untuk hidup baik, mewujudkan impian, mewujudkan harapan dan tekad dalam doa-doa bukanlah sesuatu yang mudah dalam realitas.

Naik turunnya dorongan batin dan suasana hati Inigo rupanya menjadi guru yang baik baginya untuk memahami gerak batin dan gerak roh; untuk semakin memahami bagaimana Tuhan menyentuhnya dan berkarya dalam hidup. Dia menjadi peka dan belajar menghadapi dorongan batin, melihat kelemahan diri dan juga memahami cinta Tuhan secara realistis. Godaan dan dorongan batin yang ada sungguh mengajarkan kepada Inigo bagaimana menggunakan perasaan, reaksi dan ingatan serta kehendak, mencari kehendak Tuhan dan menemukan jalan yang membawanya kepada Tuhan.

Renungan:

Ingatlah saat-saat pengalaman “puncak” ketika anda begitu merasa dekat dengan Tuhan dalam doa-doa anda, dimana anda penuh dengan inspirasi dan semangat. Ingatlah juga ketika anda harus membawa buah-buah doa itu ke dalam realitas harian. Apakah kegembiraan dan semangat itu tetap bertahan ketika anda menghadapi problem dan realitas hidup sehari-hari? Apakah hanya lalu lenyap ditelan oleh rutinitas, arus jaman, pengaruh buruk, atau karena kita tidak berpendirian?

Ketika anda mengalami dinamika “manresa” yaitu ketika mencari atau mewujudkan kehendak Tuhan dalam hidup anda, yang anda dapatkan dari pengalaman doa-doa, apakah anda sungguh peka terhadap gerakan-gerakan batin yang ada dalam diri anda? Sejauh manakah gerakan batin, godaan-godaan dan keinginan-keinginan sesaat yang anda alami dimengerti sebagai sebuah jalan untuk semakin berkembang dan matang dalam hidup rohani dan juga hidup pribadi?

Setelah sejenak merenungkan, silakan anda lanjutan dengan Novena St. Ignatius

Doa Novena St. Ignatius Loyola

Bapa Ignatius,

Dari abad ke abad, banyak orang telah menimba inspirasi hidup darimu, untuk menemukan Tuhan dalam hidup mereka sehari-hari.

Dunia kami dewasa ini semakin membutuhkan kemampuan dan kemauan untuk menemukan Tuhan di dalam segala sesuatu; Menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam setiap niat dan usaha kami; Selalu mencari apa yang menjadi kehendakNya, dan selalu mendambakan Cinta dan RahmatNya dalam hidup kami.

Ajarilah kami kebebasan yang hanya datang dan tumbuh karena kesetiaan kami pada karya dan kehendak Tuhan sendiri di dalam dunia ini dan di dalam hidup kami yang indah, tetapi yang sekaligus juga diwarnai dengan kedosaan, dan kekerasan yang kami lakukan kepada sesama kami.

(dilanjutkan percakapan pribadi berkaitan dengan intensi/permohonan pribadi)

Bapa Ignatius,

Dalam perjalanan hidupmu, engkau mengalami bahwa Tuhan sendirilah sahabat setia di setiap langkah. Engkau mengabdikan hidupmu kepada Tuhan untuk berperan serta di dalam karya keselamatanNya bagi umat manusia.

Ajarilah kami untuk semakin merasakan kehadiran Tuhan. Bimbinglah kami supaya kami dapat semakin menimba kekuatan dari Tuhan yang hadir dan bekerja bersama kami dan di dalam hidup kami.

Semoga dengan perantaraan doa Bapa Ignatius sendiri, Tuhan memberikan kekuatan, rahmat kegembiraan dan kedamaian di dalam diri kami, serta juga mengabulkan permohonan kami yang tulus di dalam novena ini, apabila semuanya itu memang demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.

Bapa Kami……

Salam Maria…..

Sumber : Finding God in All Things

Entry filed under: Katolik. Tags: , .

Inigo, Mimpi dan Pengorbanannya – Novena Hari 2 Inigo dan Kerendahan Hati – Novena Hari 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: