Inigo, Mimpi dan Pengorbanannya – Novena Hari 2

Juli 23, 2008 at 10:07 am Tinggalkan komentar

Rabu, 2008 Juli 23

Inigo mengalami pertobatan yang radikal ketika berada dalam masa pemulihan dari cedera kakinya yang didapat dalam pertempuran di Pamplona (baca Novena Hari 1). Selama berbaring di Puri Loyola, dia banyak membaca kisah para Santo, dan juga buku-buku spiritualitas yang akhirnya mengubah perspektif hidupnya, yang semula dipenuhi dengan ambisi kebangsawan menjadi ambisi untuk membaktikan diri pada semangat-semangat religius, dan persembahan diri pada Tuhan. Pertobatan ini membuat dirinya berani untuk pergi meninggalkan Puri Loyola dan memulai pejiarahan.

Dalam perjalanan pejiarahannya, Inigo sampai di Manresa tepatnya di dekat Biara Montserrat, di atas pegunungan yang indah. Di situ dia melakukan pengakuan dosa, yang menurut tradisi biasanya dilakukan selama 3 hari. Dalam proses pejiarahan batinnya di Manresa inilah Inigo pertama kali menuliskan pengalamannya dan juga insight rohaninya yang mendalam tentang doa, yang menjadi salah satu bagian pokok dalam Latihan Rohani Santo Ignatius yang terkenal itu.

Pengalaman rohani yang mendalam di Manresa ini mengantar Inigo untuk masuk ke dalam keputusan lain yang lebih radikal, untuk mengikuti Tuhan: Dia memberikan pakaian kebangsawanannya kepada seorang pengemis, dan menukarnya dengan pakaian sederhana khas pejiarah. Dia juga menyerahkan pedangnya di atas altar sebagai simbol penyerahan atas masa lalu dan juga nilai-nilai yang dia pegang dalam hidupnya terdahulu, serta juga sebagai simbol atas komitmentnya dalam membaktikan diri pada Tuhan.

Renungan:

Dapatkah anda melihat saat-saat dalam hidup anda ketika anda dipenuhi oleh idealisme dan impian yang membuat anda berani untuk menyerahkan segala sesuatu demi impian dan idealisme yang dirasakan dalam diri anda dan menguasai hati anda? Pernahkah hidup anda dipenuhi oleh semangat dan idealisme, ataukah hanya biasa-biasa saja, membiarkan hidup mengalir saja? Dapatkah anda “seperasaan” dengan Inigo yang mengejar impian dan cita-citanya secara total?

Inigo meninggalkan pedang dan pakaian kebangsawanan untuk mengejar impian dan hasrat mendalamnya untuk mengikuti panggilan Tuhan. Dalam semangat yang sama, apakah yang pernah atau bahkan sekarang ini membuat anda berani untuk meninggalkan dan mengorbankan apa yang dianggap berharga demi sebuah impian dan cita-cita yang lebih luhur? Apakah anda adalah orang yang berani dan mau berkorban buat orang yang anda cintai, buat keluarga anda?

Bila anda merasa tidak memiliki mimpi dan impian hidup, apakah ada kemungkinan bahwa anda kurang melihat diri lebih mendalam tentang apa yang sesungguhnya anda mau dalam hidup ini? Bila anda sulit untuk berkorban atau meninggalkan masa lalu anda, apakah yang membuat anda tidak memiliki keberanian untuk melakukannya?

Tidak perlu menghakimi diri anda….tetapi tetaplah tulus dan sadar apa yang terjadi dalam diri anda. Bila anda merefleksikan hal-hal di atas….telitilah apa yang anda rasakan dan inginkan saat ini….

Doa Novena St. Ignatius Loyola

Bapa Ignatius,

Dari abad ke abad, banyak orang telah menimba inspirasi hidup darimu, untuk menemukan Tuhan dalam hidup mereka sehari-hari.

Dunia kami dewasa ini semakin membutuhkan kemampuan dan kemauan untuk menemukan Tuhan di dalam segala sesuatu; Menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam setiap niat dan usaha kami; Selalu mencari apa yang menjadi kehendakNya, dan selalu mendambakan Cinta dan RahmatNya dalam hidup kami.

Ajarilah kami kebebasan yang hanya datang dan tumbuh karena kesetiaan kami pada karya dan kehendak Tuhan sendiri di dalam dunia ini dan di dalam hidup kami yang indah, tetapi yang sekaligus juga diwarnai dengan kedosaan, dan kekerasan yang kami lakukan kepada sesama kami.

(dilanjutkan percakapan pribadi berkaitan dengan intensi/permohonan pribadi)

Bapa Ignatius,

Dalam perjalanan hidupmu, engkau mengalami bahwa Tuhan sendirilah sahabat setia di setiap langkah. Engkau mengabdikan hidupmu kepada Tuhan untuk berperan serta di dalam karya keselamatanNya bagi umat manusia.

Ajarilah kami untuk semakin merasakan kehadiran Tuhan. Bimbinglah kami supaya kami dapat semakin menimba kekuatan dari Tuhan yang hadir dan bekerja bersama kami dan di dalam hidup kami.

Semoga dengan perantaraan doa Bapa Ignatius sendiri, Tuhan memberikan kekuatan, rahmat kegembiraan dan kedamaian di dalam diri kami, serta juga mengabulkan permohonan kami yang tulus di dalam novena ini, apabila semuanya itu memang demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.

Bapa Kami……

Salam Maria…..

Sumber : Finding God in All Things

Entry filed under: Katolik. Tags: , .

Inigo dan Masa Mudanya – Novena Hari 1 Inigo dan Pembedaan Roh – Novena Hari 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: