Ignatius: Pendosa dan Pendoa

Juli 15, 2008 at 9:07 am 1 komentar

Posted: 14 Jul 2008 03:47 PM CDT

By : A Widyaputranto SJ

Mungkin bagi sebagian orang jaman ini, kisah santo-santa hampir sama seperti kisah-kisah dongeng pengantar tidur anak-anak. Kisah-kisah ini mungkin dianggap”too good to be true”, ideal, jauh dari realitas nyata, bahkan omong kosong. Ironisnya, di sisi lain, kita melihat pula bahwa dewasa ini buku-buku self-help ataupun cerita-cerita inspiratif, baik itu dalam konteks psikologi, manajemen, bisnis, sebagian besar merupakan sebuah “story-telling” dari kisah sukses jatuh bangun seseorang yang berhasil, tokoh besar dalam bidangnya, ataupun juga perusahaan-perusahaan terkemuka. Kita masih ingat beberapa tahun lalu orang begitu banyak menggemari “chicken soup for the soul” dengan berbagai macam edisinya. Di tanah air sendiri sampai detik ini semakin banyak buku-buku yang “bercerita” tentang pengalaman-pengalaman dalam berbagai bidang hidup. Di bidang motivasional, bisnis dan manajemen, kita bisa melihat pula begitu banyak buku misalnya tentang “Starbucks” begitu laris manis dengan penulis yang berbeda-beda pula.

Dalam menghidupi penghayatan iman katolik kita, sebenarnya kita perlu bersyukur bahwa kita bisa banyak belajar dari kisah santo-santa dalam Gereja Katolik. Kita bisa belajar bagaimana para santo dan santa berjuang membangun relasi personalnya dengan Tuhan, bagaimana mereka berjuang menghadapi kelemahan pribadi, kedosaan dan ambisi-ambisi pribadi yang tidak selalu luhur. Dinamika hidup mereka dalam menemukan Tuhan dan setia pada iman bisa menjadi inspirasi yang baik bagi setiap orang katolik.

Kisah hidup Santo Ignatius Loyola bagi saya pribadi merupakan salah satu kisah seorang Santo yang sangat “manusiawi”. Kalau kita membaca dari dekat apa yang menjadi dinamika dan perjuangan hidup Ignatius Loyola, dalam banyak sisi kita bisa berkaca tentang apa yang bergejolak dalam diri kita. Tegangan antara aktualisasi diri, ambisi pribadi, nama baik, kemasyuran dengan pencarian diri, spiritualitas, serta makna dan tujuan hidup merupakan hal yang sangat nyata dalam kisah Santo yang satu ini. Dari kisah hidupnya, kita bisa merenungkan perspektif hidup kita sebagai orang beriman kristiani, sebagaimana Ignatius sendiri belajar menemukan Tuhan dan berjuang untuk memberikan dan membaktikan diri kepada Tuhan sendiri.

Sebagian orang lebih terkesan dengan Ignatius karena dia adalah seorang bangsawan spanyol, atau lebih sering dikenal sebagai sosok “prajurit” ataupun ksatria. Kisah hidupnya yang menjadi awal dimana Tuhan menyapa dirinya, yaitu pertempuran di Pamplona, merupakan kisah Ignatius yang heroik sekaligus tragis, yang akhirnya menjungkirbalikkan logika dan perspektif hidupnya. Lebih jauh, sebenarnya kata “pendosa dan pendoa” itu sangatlah cocok diberikan kepada Ignatius ini. Dari kisahnya, kita bisa melihat bahwa Ignatius sendiri dengan rendah hati mengakui bahwa dirinya adalah pendosa, bukan sosok yang sempurna, penuh dengan ambisi, ketakutan dan egoisme, sosok yang idealis. Namun dalam perjalanan hidupnya lebih jauh kita bisa melihat sosok Ignatius yang adalah seorang mistikus, pendoa, pemimpin rohani dan juga teman yang baik serta rendah hati. Transformasi diri Ignatius dari sosok pendosa menjadi seorang pendoa ulung telah meninggalkan sebuah warisan yang berharga untuk Gereja Katolik. Lewat Ignatius-lah sebuah spiritualitas untuk menemukan Tuhan di dalam segala sesuatu, dalam realitas kongkrit hidup kita sehari-hari menjadi sebuah bentuk spiritualitas yang sangat pokok dalam pertumbuhan Gereja dan umat beriman. Warisan Ignatius lainnya adalah “Pembedaan Roh” yang tentunya menjadi alat bantu yang jitu dalam membangun dan menghayati iman katolik dan hidup rohani kita.

Tanggal 31 Juli mendatang adalah Pesta Santo Ignatius Loyola. Saya mengajak anda selama 9 hari dari tanggal 22 Juli hingga 30 Juli merenungkan kisah hidup Santo Ignatius Loyola di blog ini sekaligus berdoa Novena Santo Ignatius Loyola. Pada 9 hari tersebut akan disajikan cuplikan kisah hidup Santo Ignatius dan juga renungan singkat yang bisa anda pakai khususnya untuk membantu pelaksanaan novena anda secara pribadi. Teks novena sudah dibuat, dan akan dimuat di blog ini. Bila anda punya intensi-intensi pribadi dan ingin anda sampaikan lewat perantaraan doa Bapa Ignatius, maka saya kira novena ini bisa sangat membantu anda.

Silakan sampaikan kepada rekan ataupun komunitas anda tentang novena Santo Ignatius Loyola di blog ini www.ignatiusloyola.net

Entry filed under: Religi. Tags: , , .

15 Juli 2008 – Peringatan S. Bonaventura, Uskup Punjangga Gereja Foto-foto World Youth Day Sydney 2008

1 Komentar Add your own

  • 1. Bima Setiadi  |  Maret 10, 2009 pukul 12:41 pm

    bapa,
    apakah yang dapat melakukan novena ini hanya orang-orang yang sudah menyelesaikan latihan rohani ignasian?

    berkah dalem

    Saya rasa siapa saja dapat merenungkan kisah hidup dan berdoa Novena kepada St Ignasius Loyola

    Berkah Dalem

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: