Tuaian Makin Banyak

Juli 7, 2008 at 11:16 pm 1 komentar

08 Juli 2008  – Hari Selasa Pekan Biasa XIV

( Hos 8:4-7, 11-13; Mat 9:32-38 )

Teks Kitab Suci

32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.

33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.”

34 Tetapi orang Farisi berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”

35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Biasanya kalau melihat sebuah usaha berhasil maka ada saja orang yang mengatakan : “Terang saja tokonya laris wong pakai dukun sih”, orang mengatakan demikian karena tidak melihat kretivitas dan usaha keras pemilik usaha tsb, bahkan menganggap orang lain bodoh, hanya dirinya saja yang pandai … seperti halnya orang Farisi yang menganggap dirinya adalah orang yang saleh yang tidak sadar bahwa dirinya berhadapan dengan Tuhan

Biasanya ayat 36 – 38 dikaitkan dengan masih sangat dibutuhkannya orang muda yang bersedia menjalani hidup membiara, untuk itulah mari kita selalu berdoa memohon kepada Tuan Yang Empunya tuaian agar orang muda kita semakin terketuk hatinya untuk bersedia hidup membiara

Entry filed under: Religi. Tags: .

Pasrah Dalam Tangan Kristus Sekolah masih bayar ya ?

1 Komentar Add your own

  • 1. Pakde  |  Juli 8, 2008 pukul 3:16 pm

    Pertanyaannya, mbah! Apakah hati kita masih bisa tergerak oleh belaskasih seperti yang dirasakan oleh Yesus ? Biasanya sih, sulit karena kita udah terbiasa hanya melihat problem kita sendiri yang udah numpuk. Mana sempat lagi melihat “kelelahan ” orang banyak.

    Btw, saya lebih menyukai ungkapan”belaskasih” daripada “belaskasihan” rasanya beda banget .

    Tuhan, berilah selalu kami hati yang penuh belas kasih atas penderitaan sesama yang sering kami abaikan karena egoisme kami. Amin.

    Amin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: