Pasrah Dalam Tangan Kristus

Juli 6, 2008 at 10:57 pm Tinggalkan komentar

Biasanya apabila ada seorang tokoh masyarakat datang kesuatu tempat, jauh-jauh hari sudah dilakukan persiapan : tempat pertemuan, tempat menginap, menu perjamuan, siapa saja yang diundang hadir pada pertemuan, siapa saja yang berada dilingkaran terdekat, ini biasanya diisi oleh tokoh-tokoh lokal sedangkan rakyat biasa harus senang di lingkaran paling luar

Bila saatnya tiba masyarakat berdesak-desakan untuk bersalaman dan kalau berhasil bersalaman apalagi ada photonya maka ada suatu kebanggaan tersendiri

Demikian Tokoh kita dalam Injil hari ini, dapat kita tafsirkan betapa berjubelnya orang-orang menyambut kedatangan Jesus di rumah kepala rumah ibadat itu hingga perempuan yang sakit itu boro-boro bersalaman, dia hanya berharap dapat menjamah jubahNya … sampai disini sepertinya Jesus tidak berbeda dengan tokoh masyarakat di jaman kita ini

Perbedaan nampak pada akhir dari seluruh rangkaian kegiatan dimana Jesus mempunyai kuasa yang tidak dimiliki oleh tokoh masyarakat kita, kuasa yang nyata dan langsung berdaya guna, perempuan yang sakit dua belas tahun saat itu juga sembuh … “anak itu tidak mati, tetapi tidur” kata Jesus dan orang-orang menertawakan dia, kalau Jesus mengatakanNya saat ini mungkin kita termasuk orang yang menertawakan, buktinya berapa banyak diantara kita bila berdoa tetap tidak yakin doa kita akan dikabulkan ?

Kepala rumah ibadat, perempuan yang sakit sungguh percaya pada Kristus, bahwa Dia sanggup, mampu melakukan apa yang diluar akal manusia. Untuk itu marilah kita menyerahkan diri kita masing-masing kedalam tangan Kristus yang dengan kasihNya akan membimbing, memelihara hidup kita semua sesuai dengan kehendakNya

07 Juli 2008  – Hari Senin Pekan Biasa XIV

(Hos 2:13, 14b-15, 18-19; Mat 9:18-26)

18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.

21 Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. :

23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,

24 berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. 25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.

26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Entry filed under: Religi. Tags: .

Horeeeee … ini hari minggu Tuaian Makin Banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 39,891

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

%d blogger menyukai ini: