Tulisan tulisan yang dikaitkan (tagged) Pendalaman Iman 2009
IV. Bertanggung Jawab pada Bangsa dan Negara
1. Lagu Pembuka ♥ Indonesia Raya (berdiri)
2 . Tanda Salib dan Salam
P Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U Amin.
P Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Putera-Nya Yesus Kristus, besertamu.
U Dan sertamu juga.
3. Pengantar
Dalam hidup berbangsa dan bernegara orang Katolik adalah war-ganegara 100 %. Sebagai warganegara, ia harus berbakti kepada bangsa dan negara Indonesia. Umat Katolik bertanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraan sesama warga negara di segala bidang. Salah satu wujud partisipasi adalah dengan meng-gunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.
Yesus, Tuhan kita, memberi teladan dan mengajarkan bagai-mana menghormati para pimpinan negara dan membayar pajak kepada penguasa negara. Tentu saja Yesus juga mengajak kita untuk memberi apa yang menjadi hak Allah. Bagaimana kita me-wujudkan tanggung jawab pada Allah sekaligus mewujudkan tanggung jawab pada bangsa dan negara ini? Ini akan kita bahas dan renungkan dalam pertemuan ke-4 ini.
4. Pernyataan Tobat
P Marilah kita memeriksa batin kita sejenak. (hening sejenak). Saya mengaku….
U kepada Allah yang mahakuasa dan kepada Saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan
perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya
sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa
Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan
kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah,
Tuhan Kita. Amin.
P Semoga Tuhan yang berbelaskasih mengampuni kita, membebaskan kita dari dosa dan menganugerahkan hati yang bersih.
U Amin.
5. Doa Pembuka (bersama-sama)
Allah Bapa penyayang kehidupan, kami bersyukur boleh mendiami tanah air Indonesia dengan segala keragaman dan kekayaan alamnya. Kami bersyukur bahwa Engkau menyertai perjalanan bangsa dan negara kami. Bantulah kami agar dari hari ke hari kami semakin bersatu hati mewujudkan kesejahteraan umum. Terangilah hati dan budi kami agar tidak berpandangan sempit memperjuangkan kepentingan kelompok dan golongan sendiri. Demi Kristus, yang mengasihi semua orang dan telah wafat menebus dosa manusia, dalam persekutuan Roh Kudus, hidup kini dan sepanjang masa. Amin.
6. Lagu Pengantar Bacaan ♥ Padamu Negeri
7. Bacaan Kitab Suci: Mrk 12: 13-17
(Perikop dibaca 3 kali: bersama-sama satu kali, dibacakan oleh salah seorang peserta, dan membaca dalam hati.)
Renungan singkat
Negara dan bangsa adalah wadah pemersatu berbagai keragaman dan latar belakang warga negaranya. Negara dan bangsa ada untuk melindungi dan menciptakan kedaulatan setiap manusia. Dalam hal ini negara dan bangsa adalah baik sebagai dikehendaki oleh Tuhan. Sebagai warga negara setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Siapa yang memiliki lebih, hendaknya memberi lebih, agar tercipta keadilan dan kesejahteraan semua warga.
Yesus pun mengajarkan hal yang sama bahwa setiap orang punya kewajiban untuk membayar pajak kepada penguasa. Tujuan pajak, pada akhirnya, demi membangun negara dan kepentingan bersama. Namun, Yesus juga menekankan perlunya kewajiban sebagai warga Kerajaan Allah. Dengan demikian, kewajiban yang satu tidak meniadakan kewajiban yang lain. Kedua-duanya mesti dipenuhi.
Apa kewajiban kita terhadap Allah? Rasanya bukan sesuatu yang sangat rumit. Sebagaimana Allah telah memberikan kepada manusia dengan gratis (gratia = rahmat), maka manusia berkewajiban untuk memberikan dengan cuma-cuma pula. Oleh karena itu, manusia diundang untuk bermurah hati, sama seperti Bapa murah hati adanya. Kewajiban yang datang dari Allah rasanya demi kepentingan manusia juga, misalnya: memuji dan memuliakan Allah lewat doa dan ibadat. Contoh lain adalah memberikan derma kepada fakir miskin dan kaum terlantar, sebagaimana Tuhan bersabda: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Mat 25:40)”. Sepuluh perintah Allah diberikan juga bukan demi kepentingan Allah, tetapi agar manusia selamat. Maka, tunggu apa lagi? Mari kita lakukan kewajiban kita kepada Tuhan dan kepada bangsa dan negara kita.
8. Doa Umat
P Marilah kita menyatukan hati kita untuk berdoa bagi bangsa dan negara:
P Bapa yang penuh kasih, utuslah Roh Kudus untuk menyatukan berbagai macam perbedaan dan keragaman yang ada pada bangsa dan negara kami.
U Semoga di negara dan bangsa kami tetap tercipta perdamaian dan kerukunan sehingga kami semakin maju dan berkembang.
P Bapa berkatilah dan jagailah para pemimpin bangsa dan negara kami agar mereka bertindak jujur dan adil.
U Berilah hati yang bijaksana sehingga mereka mau berkorban dan mengusahakan kebaikan dan kesejahteraan bagi semua.
P Bapa, Putera-Mu mengajak kami untuk bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan negara kami dengan ikut membayar pajak kepada pemerintah.
U Ajarilah kami untuk menghargai setiap usaha dan niat baik pemerintah. Doronglah kami untuk mau terlibat dalam usaha menciptakan perdamaian, keadilan dan kesejahteraan sosial.
P Bapa, sebentar lagi bangsa kami akan menyelenggarakan Pemilihan Umum. Berkatilah seluruh proses pemilihan agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.
U Semoga kami dan semua yang terlibat dalam Pemilu dapat bekerja dengan bersih, jujur dan adil, sehingga terpilihlah wakil-wakil yang dapat menyuarakan kebaikan dan bekerja demi kepentingan bersama.
P Marilah kita panjatkan doa dan permohonan kita …. Marilah kita mohon:
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P Dengarkanlah ya Tuhan segala doa yang kami sampaikan dengan rendah hati kepada-Mu. Perkenankanlah kami menggabungkan-nya dengan doa Kristus Putera-Mu. Bapa kami ….
9. Doa Penutup (terinpirasi dari Doa untuk Tanah Air, PS. 194 )
Ya Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas dengan isinya yang beraneka ragam; lautan dengan ribuan pulau, gunung dan dataran, hutan dan belantara; semuanya menyemarakkan tanah air kami.
Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kau himpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa.
Kami mohon berkat-Mu bagi semua yang mendiami tanah air ini. Semoga kami semua berusaha memelihara dan memajukannya. Bebaskanlah tanah air kami dari bahaya bencana alam, lumpur, longsor, tsunami, kelaparan dan wabah penyakit.
Semoga pemimpin bangsa kami tekun membangun tanah air ini demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa bukan untuk kepentingan golongan tertentu saja. Bantulah mereka mewujudkan tanah air yang adil, makmur, aman, damai dan sejahtera bukan menciptakan „Tsunami bangsa‟ sehingga rakyat semakin menderita. Semua ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
10. Membangun Niat
(Pemimpin mengajak umat membuat niat konkret, yaitu: siapa melakukan apa dan kapan dilaksanakan. Dengan demikian, Umat sungguh menghidupi Sabda Tuhan.)
11. Berkat dan Pengutusan
P Tuhan sertamu.
U Dan sertamu juga.
P Semoga Allah Bapa yang mahakasih mengertai dan memberkati
kita dalam setiap usaha dan niat baik kita. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U Amin.
P Ibadat dan pertemuan kita sudah selesai.
U Syukur kepada Allah.
P Marilah kita bertanggung jawab sebagai warga negara dengan memajukan kesejahteraan bersama dan menggunakan hak pilih kita.
U Amin.
12. Lagu Penutup Ibu Pertiwi
Add comment Maret 9, 2009
III. Bertanggung Jawab pada Masyarakat Luas
1. Lagu Pembukaan
2. Tanda Salib dan Salam
P Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U Amin.
P Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus besertamu.
U Dan sertamu juga.
3. Pengantar
Gereja hadir di tengah masyarakat yang majemuk dan situasi nyata masyarakat yang lemah, miskin dan menderita. Gereja sebagai paguyuban murid-murid Kristus dipanggil dan diutus un-tuk mewujudkan kesejahteraan umum, membebaskan orang-orang yang tertindas oleh ketidakadilan, memberantas kemiskin-an dan memelihara lingkungan hidup.
Yesus mengajak para murid untuk berbelaskasih dan melakukan tindakan nyata membantu orang yang lapar dan haus akan kasih Tuhan. Sebagaimana para murid menerima kasih dan pemeli-haraan Tuhan dengan cuma-cuma, maka kita diundang untuk memberi dengan cuma-cuma pula. Pertemuan ketiga ini menga-jak kita untuk mensyukuri relasi dengan Kristus sekaligus untuk menanggapi ajakan Kristus bertanggung jawab terhadap nasib saudara-saudari kita yang berkekurangan.
4. Pernyataan Tobat ( TPE hal 21 )
P Marilah kita hening sejenak untuk memeriksa batin, khususnya sikap kita terhadap masyarakat pada umumnya. (hening sejenak)
P Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami supaya berbuat yang benar. Tuhan, kasihanilah kami.
U Tuhan, kasihanilah kami.
P Engkau menanggung dosa kami supaya kami bebas dari kekuatan dosa dan dapat hidup menurut kehendak Allah. Kristus, kasihanilah kami.
U Kristus, kasihanilah kami.
P Engkau menderita bagi kami supaya kami selamat dan mengikuti jejakMu. Tuhan, kasihanilah kami.
U Tuhan, kasihanilah kami.
P Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita mengampuni dosa kita, mengantar kita kehidupan yang kekal.
U Amin
5. Doa Pembuka (bersama-sama)
Allah Bapa, Pencipta dan Penyayang kehidupan, Engkau mengetahui apa yang sedang terjadi pada masyarakat kami. Begitu banyak bencana dan krisis yang menimpa, entah karena bencana alam maupun karena buatan tangan manusia sendiri. Semoga masyarakat kami mau bertanggung jawab atas bencana yang terjadi dan kami tergerak untuk bersatu mengatasinya. Demi Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
6. Lagu Pengantar Bacaan
7. Bacaan Kitab Suci : Mat 14:13-21
(Perikop dibaca 3 kali: bersama-sama satu kali, dibacakan oleh salah seorang peserta, dan membaca dalam hati.)
Renungan singkat
Makan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia selain tempat tinggal dan pakaian. Di antara kita masih banyak yang bertanya: besok makan apa? Artinya: banyak saudara-saudari kita yang belum mendapatkan makanan. Tidak jarang kekurangan makan, bukan karena tidak ada makanan, tetapi karena tidak ada keadilan, yaitu: keadilan distributif, pembagian makanan yang tidak merata. Bumi dan kekayaan alam dipercayakan kepada manusia, untuk kesejahteraan manusia, namun sayangnya hanya dikuasai sebagian kecil saja manusia, sehingga banyak orang tidak mendapatkan makanan.
Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Semesta Alam, sangat mengasihi manusia. Ia memberikan makanan dan rejeki. Ingat saja bagaimana Allah menyediakan makanan bagi Umat-Nya ketika mereka kelaparan di padang gurun. Hati Tuhan selalu berbelaskasihan kepada semua orang, terlebih mereka yang lemah, sakit dan kelaparan. Yesus mengundang dan melibatkan para murid-Nya untuk memberikan makanan dan kesembuhan bagi semua orang. Ia mengajak Para murid-Nya untuk bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup sesamanya. Mereka diminta percaya bahwa bersama Dia tidak ada orang yang berkekurangan.
Dengan demikian para murid diajak untuk “berpolitik”, bukan dalam arti berpolitik praktis, tetapi dalam arti memperjuangan kesejahteraan semua orang. Para murid diundang untuk tidak memperkaya diri, tetapi bekerja dengan jujur dan tekun, serta memberikan apa yang menjadi hak orang lain untuk makan, pakaian, tempat tinggal, kesehatan. Kita diharapkan bertanggung jawab terhadap hidup sesama, agar saudara kita dapat memuji dan memuliakan Tuhan.
Bagaimana caranya? para murid diajak untuk bersyukur atas berapa pun yang mereka miliki. Mereka diminta untuk berani menyerahkan segala milik dan jerih payah mereka kepada Tuhan. Para murid hendaknya beriman kepada-Nya. Selain itu, kita dapat membayangkan juga bahwa kalau setiap orang menyumbang sedikit dari apa yang mereka miliki, maka kumpulan itu bisa dibagikan kepada mereka yang tidak memiliki sama sekali. Inilah kekuatan Ekaristi: bersyukur dan percaya kepada Tuhan dan memberi sebagian dari apa yang kita miliki.
8. Doa Umat
P Marilah kita merendahkan diri di hadapan Allah dan memanjatkan doa dan permohonan kita:
P Yesus, Engkau mengajarkan kami, untuk peka dan peduli akan kebutuhan sesama kami yang terlantar dengan saling berbagi sebagai rasa ungkapan bertanggung jawab satu terhadap yang lain.
U Mampukanlah kami, ya Tuhan, untuk percaya bahwa Engkau sungguh berada di tengah-tengah kami. Buatlah hati kami berbelaskasih seperti Engkau.
P Ya Bapa, Engkau memanggil dan mengutus Gereja-Mu membawa warta pembebasan bagi yang miskin, yang tertindas, yang lapar, dan membawa pendamaian dan pengampunan terhadap pelaku tindak kekerasan.
U Kuatkanlah tangan kami untuk bekerja demi kebaikan semua orang, mendahulukan mereka yang miskin dan lemah. Roh Kudus tinggallah di tengah-tengah kami selalu agar kami menyadari tanggung jawab kami pada masyarakat luas.
P Tuhan, kami bersyukur atas rejeki yang Kau berikan pada kami, yang Kau sediakan melalui orang-orang yang berjasa kepada kami. Ingatkan kami masih banyak mereka yang tidak mendapatkan rejeki.
U Ajarilah kami untuk menghargai segala pemberianmu dengan bijaksana, semoga kami mau dan mampu menghargai setiap jerih payah saudara kami yang menyediakannya.
P Marilah kita memanjatkan doa dan permohonan kita …. Marilah kita mohon:
U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Demikianlah, ya Bapa, doa dan permohonan yang sempat terucap lewat kata-kata kami. Perkenankanlah kami menggabungkannya dengan doa yang diajarkan Putera-Mu sendiri. Bapa kami ….
9. Doa Penutup (bersama-sama)
Tuhan Yesus, kami bersyukur bahwa Engkau selalu memberi kami rejeki dan mengundang kami untuk ambil bagian dalam perjamuan-Mu. Semoga berkat persatuan dengan-Mu kami tergerak untuk membantu mereka yang lapar, miskin dan tertindas. Semoga semangat solidaritas untuk berbagi senantiasa hadir di tengah-tengah kami sebagaimana Engkau selalu ingin tinggal pada kami. Karena Engkaulah Tuhan yang bangkit yang membebaskan kami dari dosa dan kelemahan kami. Amin.
10. Membangun Niat
(Pemimpin mengajak umat membuat niat konkret, yaitu: siapa melakukan apa dan kapan dilaksanakan. Dengan demikian, Umat sungguh menghidupi Sabda Tuhan.)
11. Berkat dan Pengutusan
P Tuhan sertamu.
U Dan sertamu juga.
P Berkat Allah yang mahakuasa meneguhkan persaudaraan dan solidaritas kita pada masyarakat yang membutuhkan. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U Amin.
P Ibadat kita sudah selesai
U Syukur kepada Allah
P Marilah pergi kita diutus bertanggung jawab pada masyarakat.
U Amin.
12. Lagu penutup
Add comment Maret 7, 2009
II. Bertanggung Jawab Pada Lingkungan
1. Lagu Pembukaan
2. Tanda Salib dan salam
P Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U Amin.
P Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus besertamu.
U Dan sertamu juga.
3. Pengantar
Lingkungan sebagai komunitas basis menjadi fokus pember-dayaan Gereja Keuskupan Agung Jakarta. Secara khusus, komu-nitas basis diberdayakan dengan strategi gembala yang baik. Itu berarti: setiap anggota diajak untuk mencari dan menemukan yang hilang dalam komunitas tersebut dan mengajak setiap ang-gota untuk terlibat aktif. Pertemuan kedua, mengajak kita un-tuk menyadari tanggung jawab kita dalam membangun komuni-tas basis lingkungan.
Paulus dalam suratnya memberi nasehat untuk bertanggung jawab terhadap saudara-saudara seiman. Tanggung jawab terse-but diwujudkan dalam berbagai macam tingkat, mulai dari diri sendiri hingga tanggung jawab pada komunitas. Semoga kita makin bertanggung jawab terhadap saudara-saudara kita seiman dan mengembangkan karya pelayanan dan persekutuan kita.
4. Pernyataan Tobat
P Marilah kita hening sejenak memeriksa batin kita bagaimana sikap kita terhadap saudara-saudari kita di lingkungan. (hening sejenak) Marilah menyesali dan mengakui segala kelemahan kita.
U Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan maha baik bagiku. Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi. Allah yang mahamurah, ampunilah aku, orang ber-dosa. Amin.
5. Doa Pembuka (bersama-sama)
Ya Tuhan Allah, Bapa kami, Engkau menghendaki kami berkarya untuk dunia dengan menyebarkan cinta kasih, pertama-tama di antara saudara seiman, membangun iman dan persekutuan. Ban-tulah kami masing-masing menemukan peran dan tanggung jawab kami dalam pelayanan Gerejani sesuai dengan panggilan hidup kami. Bukalah hati kami untuk selalu dibimbing dalam hidup menggereja dan memasyarakat. Demi Kristus, Tuhan kami yang hidup kini dan sepanjang masa. Amin.
6 Lagu Pengantar Bacaan
7. Bacaan Kitab Suci : Gal 6:1-10
(Perikop dibaca 3 kali: bersama-sama satu kali, dibacakan oleh salah seorang peserta, dan membaca dalam hati.)
Renungan singkat
Siapa biasa ikut dalam pertemuan atau ibadat di lingkungan? Rasanya tidak banyak, atau orang itu-itu lagi. Mengapa sebagian tidak ikut dalam pertemuan lingkungan? Alasan dan jawabannya bisa bermacam-macam. Ada yang merasa tidak berguna; ada yang sakit hati; ada yang sudah aktif di tempat lain; merasa terbebani pekerjaan; sudah punya komunitas lain; sering berpindah-pindah; atau tidak peduli. Menarik bila menyimak surat Paulus ini karena mengajak untuk tetap memperhatikan dan bertanggung jawab terhadap saudara-saudari seiman.
Tanggungjawab itu mesti diwujudkan dalam tingkat-tingkat, mulai dari diri sendiri: “Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri!” (ay. 4). Jemaat diharapkan juga “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu” (ay. 2). Rasanya beban yang dimaksud adalah beban moril dan materiil. Kepada mereka yang sudah maju dan berkembang dalam hidup rohani, diharapkan “memimpin orang yang lemah ke jalan yang benar” (bdk. ay. 1). Akhirnya, Paulus memberi nasihat agar kita tidak pernah jemu-jemu berbuat baik (bdk. ay.9).
Bagi siapakah nasihat ini pada akhirnya? Sebenarnya bagi semua orang yang percaya kepada Kristus, namun nyatanya ada saudara kita yang tidak mau peduli. Oleh karena itu, kita yang peduli dan berkesempatan mendengarkan Sabda Allah diharapkan me-mulai saja tugas “menabur benih-benih kebaikan”. Sebab kita percaya bahwa benih itu memiliki daya kekuatannya sendiri un-tuk bertumbuh dan berkembang.
8. Doa Umat
P Marilah kita berdoa kepada Bapa yang telah mengutus Putera-Nya agar kita bersatu dan bersaudara saling meneguhkan iman dan pelayanan kita.
P Ya Bapa, tidak mudah bagi kami untuk membangun persaudaraan dan bertumbuh di dalam iman. Kami menyadari masih banyak saudara-saudara kami yang sibuk dengan urusan mereka sendiri.
U Utuslah Roh Kudus untuk memberikan semangat kepada kami bila kami melalaikan tanggung jawab kami membina persaudaraan dan iman. Bukalah hati saudara-saudara kami untuk mau bersekutu dalam doa dan pelayanan.
P Putra-Mu Yesus mengajari kami tekun dan setia mencari dan menyelamatkan yang hilang dan tersesat, menjadi Gembala yang baik bagi siapa pun.
U Semoga kami mau dan mampu belajar daripada-Nya. Buanglah sikap acuh tak acuh serta masa bodoh dalam diri kami agar kami bersedia menjadi berkat bagi orang lain.
P Santo Paulus memberi nasehat agar kami saling membantu memikul beban kami dan membantu mereka yang lemah.
U Tuhan, semoga hati kami terbuka untuk melihat dan membantu mereka yang lemah miskin dan kekurangan. Teguhkan iman kami untuk berjumpa dengan Engkau dalam diri saudara-saudara kami.
P Kami berdoa bagi setiap orang yang telah berbuat baik dan selalu mengusahakan kebaikan bagi sesama. Berkatilah setiap usaha baik yang telah diusahakan agar semakin berbuah.
U Ajarilah kami untuk meneladan mereka dan bertekun dalam perbuatan baik kami. Jauhkanlah kami dari sikap menonjolkan diri sendiri, tetapi agar Engkau semakin dipuji dan dimulyakan.
P Marilah kita memanjatkan doa-doa dan permohonan kita …. Marilah kita mohon:
U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P Bersama Bunda Maria yang selalu menyertai kita. Marilah kita doakan tiga kali Salam Maria. Salam Maria …. (3X).
9. Doa Penutup (bersama-sama)
Bapa yang mahakasih, berkatilah semua pengurus lingkungan, wilayah dan paroki. Berilah mereka semangat kerasulan yang tinggi dan iman yang teguh untuk berkarya bersama dalam Gereja. Ajarilah kami selalu untuk saling bantu dan tolong menolong menanggung beban kami agar terciptalah
paguyuban murid-murid-Mu yang hidup seturut kehendak-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin
10. Membangun Niat
(Pemimpin mengajak umat membuat niat konkret, yaitu: siapa melakukan apa dan kapan dilaksanakan. Dengan demikian, Umat sungguh menghidupi Sabda Tuhan.)
11. Berkat dan Pengutusan
P Tuhan beserta kita.
U Sekarang dan selama-lamanya.
P Semoga persaudaraan kita dijagai dan diberkati oleh Allah yang maha kuasa: Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U Amin.
P Ibadat dan pertemuan kita sudah selesai.
U Syukur kepada Allah.
P Kita diutus menjadi gembala baik dalam lingkungan dan bertanggung jawab terhadap saudara-saudari kita.
U Amin.
12. Lagu Penutup
Add comment Maret 2, 2009

