Posts tagged ‘Injil’
Perjuangan Hidup Dalam Diriku
Bulan Kitab Suci – KAJ 2009
Bacaan Kitab Suci : Ayub 7 : 1-10
Ayb 7:1 “Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?
Ayb 7:2 Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya,
Ayb 7:3 demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan.
Ayb 7:4 Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.
Ayb 7:5 Berenga dan abu menutupi tubuhku, kulitku menjadi keras, lalu pecah.
Ayb 7:6 Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan.
Ayb 7:7 Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.
Ayb 7:8 Orang yang memandang aku, tidak akan melihat aku lagi, sementara Engkau memandang aku, aku tidak ada lagi.
Ayb 7:9 Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali.
Ayb 7:10 Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.
Mencermati Kitab Suci :
- Bagaimana Ayub memandang dirinya sendiri ?
- Bagaimana ia menggambarkan seluruh hidupnya ?
- Bagaimana sikap Ayub terhadap Tuhan ? Siapakah Tuhanbagi Ayub ?
- Kalau kita masuk ke dalam diri Ayub, bagaimana rasanya menghadapi permasalahan hidupnya ?
- Pesan apa yang dapat anda petik dari kisah Ayub ini
Butir-butir permenungan :
- Masalah dan persoalan hidup ini dapat disikapi dengan sikap positif, yaitu sebagai tanda ujian dari Tuhan agar kita sabar dan tabah, menjadi semakin teguh dan dewasa dalam iman. Orang tetap boleh mengungkapkan keluhannya kepada Allah, seperti Ayub
- Ayub menyadari bahwa hidup di dunia ini sungguh berat. Ia mengungkapkan perjuangan hidupnya seperti seorang budak dan seorang upahan. Ia merasa bahwa perjuangan hidupnya siang dan malam sia-sia (bdk 7 : 1-4)
- Sebagai orang saleh, Ayub sadar akan keberadaannya, bahwa seluruh yang diperolehnya itu berasal dari Tuhan, termasuk tubuhnya sendiri. Ia mengoyakkan jubahnya, mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan te;anjang juga aku akan kembali kedalamnya, Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, Terpujilah nama Tuhan !” (1 : 20-21)
- Dalam deritanya Ayub tetap merasakan getaran kasih Allah, walaupun ia sendiri hampir putus asa dengan hidupnya sendiri, “Aku jemu aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hempusan nafas saja” (7 ; 16)
- Pengalaman hidup Ayub dapat menjadi contoh dalam perjuangan hidup kita. Kerinduan Ayub akan Tuhan hendaknya menjadi kerinduan kita. Ketabahan Ayub dalam menanggung derita, hendaknya menjadi ketabahan hidup kita. Ayub memberikan contoh hidup sebagai orang beriman yang tetap setia dan patuh pada Tuhan
Membangun niat :
- Bagaimana cara anda menghadapi permasalahn hidup dan mengatasinya ?
- Apa niat konkret yang bisa kita laksanakan sebagai langkah nyata untuk melaksanakan Sabda Tuhan ini ?
Komisi Kerasulan Kitab Suci – KAJ
10 Juli 2008 – Hari Kamis Pekan Biasa XIV
10 Juli 2008 – Hari Kamis Pekan Biasa XIV
(Hos 11:1-4,8c-9; Mat 10:7-15)
Teks Kitab Suci
7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. 8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. 9 Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. 10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. 11 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. 12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. 13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 14 Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. 15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.
1 Juli 2008 – Hari Selasa Pekan Biasa XIII
Amos 3 : 1 – 8, 4 : 11 – 12 Matius 8 : 23 – 27
23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya. 24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. 25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” 26 Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”
“Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”
Siap mau jawab ? silahkan


Komentar :