Archive for Juli, 2009

MAKANAN YANG MENGHIDUPKAN

Injil Minggu Biasa XVIII B 2 Agustus 2009 (Yoh 6:24-35)

MAKANAN YANG MENGHIDUPKAN

Pada awal Injil Minggu Biasa XVIII tahun B (Yoh 6:24-35) disebutkan bagaimana orang banyak yang telah mendapatkan makan dari Yesus (lihat Injil Minggu sebelum ini, Yoh 6:1-15) mencarinya di Kapernaum. Mereke menemukan dia di pantai seberang. Seperti dikisahkan pada akhir Injil Minggu lalu, mereka adalah orang-orang yang ingin menjadikannya raja, tetapi Yesus menyingkir dari mereka.

Terjadilah percakapan antara mereka dengan Yesus. Di sini menjadi jelas apa yang sebetulnya diinginkan orang-orang itu, sekaligus juga dijernihkan apa yang sebaiknya mereka jangkau. Dan mengapa demikian. Ketika orang banyak mendapati Yesus di seberang danau (disebut “laut”), mereka bertanya kepadanya kapan ia tiba di sini. Orang-orang itu begitu tertarik dan bahkan ingin mengangkatnya sebagai pemimpin. Maka mereka tak habis mengerti mengapa justru Yesus pergi menghindar. Oleh karena itu mereka mencarinya. Kini mereka menemukannya di tempat lain. Yesus menjawab keheranan mereka dengan mengatakan bahwa yang mereka cari ialah orang yang memberi makan mereka, bukan dia yang membawakan “tanda-tanda”.

Dalam Injil Yohanes, tindakan-tindakan Yesus yang membuat orang terkesan, disampakan sebagai “tanda”. Begitulah pemberian makan bagi orang banyak yang dikisahkan dalam Yoh 6:1-5 kini dibicarakan sebagai tanda, bukan sebagai mukjizat atau sebagai kegiatan amal belaka.

Tanda menghadirkan kenyataan atau pesan yang bukan tanda itu sendiri. Dalam hal Yesus memberi makan orang banyak,  yang hendak disampaikan bukanlah terutama kebesaran hati atau kedermawanan atau kekuasaannya, melainkan pengalaman nenek moyang mereka diberi makan oleh Allah Tuhan mereka selama mereka berjalan di padang gurun menuju ke Tanah Terjanji. Dalam ungkapan iman umat Perjanjian Lama, pemberian makanan dalam ujud manna dari langit ini ditampilkan sebagai cara Tuhan tetap menyertai umat yang telah dibawaNya keluar dari tempat perbudakan di Mesir dan dipimpinnya berjalan ke tempat yang disediakanNya bagi mereka. Pemberian makan orang banyak oleh Yesus hendak menampilkan kembali pengalaman umat Perjanjian Lama ini. Namun mereka belum dapat melihat dia sebagai utusan dari Allah yang hendak menyertai mereka, juga kali ini.

Dalam peristiwa memberi makan orang banyak,  Yesus juga ditampilkan bukan saja pembawa manna surgawi, melainkan kenyataan Tuhan menyertai mereka. Dialah makanan yang menopang orang dalam perjalanan menuju tempat yang dijanjikan. Inilah yang dimaksud dengan “tanda” dalam petikan Injil kali ini.

Orang banyak yang menemui Yesus kali itu diajak menimba kekayaan pengalaman iman leluhur mereka dan mempercayai tindakan ilahi yang kini sedang mereka alami. Kini Bapa yang ada di surga memberi kehidupan kepada umat dalam ujud kedatangan Yesus di tengah-tengah mereka. Namun mereka belum menyadarinya. Mereka baru melihat Yesus sebagai tokoh masyarakat, sebagai yang membela kepentingan mereka, sebagai orang yang diharapkan bisa berbicara demi kebutuhan mereka. Semua ini bagus dan terpuji. Namun bukan ke arah itulah Yesus tampil di tengah-tengah umat. Ia tampil sebagai kenyataan hadirnya Yang Ilahi di tengah umat untuk membawa mereka ke akhir perjalanan. Inilah kehidupan yang dibawakannya kepada orang banyak.

Memang umat Perjanjian Lama tahu bahwa dahulu kala Tuhan menghidupi umat dengan makanan dari langit, dengan manna. Tapi tidak mudah bagi mereka melihat serta menyadari bahwa peristiwa manna itu bukan semata-mata tindakan ilahi dahulu kala yang diceritakan kembali turun temurun dan dikeramatkan, melainkan masih berlangsung sekarang ini juga. Masalah iman bagi umat ketika itu ialah ketidakmampuan menyadari bahwa iman itu hidup, bukan sekadar ingatan yang dikeramatkan.

Bagi orang zaman sekarang, juga bagi orang yang tidak turun temurun menghayati kisah pemberian manna, petikan Injil kali ini tetap bisa bermanfaat. Diajarkan agar orang membiarkan iman menjadi bagian kehidupan, bahkan menjadi cara untuk menjalankan hal-hal yang dikehendaki Yang Maha Kuasa.

Salam,

A. Gianto

Renungan minggu yang lalu dapat dilihat di Kolom Romo Gianto

Juli 31, 2009 at 12:50 pm Tinggalkan Komentar

Mengenal lebih dalam Mgr Ignatius Suharyo

Mgr. Ignatius Suharyo putra Bp. Florentinus Amir Hardjodisastra (alm) dan Ibu Theodora Murni Hardjodisastra. Berasal dari 10 bersaudara, 3 puteri, dan 6 putera, dan yang satu meninggal dunia. Dari 6 putera tersebut, yang jadi imam 2 orang, yaitu Rm. Suitbertus Sunardi, OCSO (Rawaseneng) dan Rm. I. Suharyo, Pr. Dan dari 3 puteri, dua orang menjadi suster, Sr. Marganingsih dan Sr. Sri Murni.

Karya penggembalaan Mgr. I. Suharyo, Pr. antara lain : Dosen Pengantar dan Ilmu Tafsir Perjanjian Baru pada Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta
(1989); Dosen di Sekolah Tinggi Kateketik Kotabaru; Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang (s/d 1997); Ketua UNIO (Persaudaraan Imam Imam Praja Keuskupan Agung Semarang); Penulis Buku, Artikel, Penerjemah/Penyadur.

Buku – buku yang pernah dibuatnya antara lain : Membaca Kitab Suci : Paham – Paham Dasar; Membaca Kitab Suci : Tulisan – Tulisan Perjanjian Lama; Membaca Kitab Suci : Tulisan – Tulisan Perjanjian Baru; Pengantar Injil Sinoptik; Mengenal Alam Hidup Perjanjian Lama; Kitab Wahyu, Paham dan Maknanya Bagi Hidup Kristen; Datanglah Kerajaanmu; Kisah Sengsara Yesus dalam Injil Sinoptik. Yang terbaru berjudul : THE CATHOLIC WAY, Kekatolikan dan Keindonesian Kita, diterbitkan oleh Kanisius.

Beliau juga banyak membuat terjemahan / saduran dari karya karya Henri J.M. Nouwen yang antara lain : Menggapai Kematangan Hidup Rohani; Dengan Tangan Terbuka; Engkau Dikasihi; Kembalinya Si Anak Hilang; Cakrawala Hidup Baru; Pelayanan yang Kreatif;

Pada tahun 1997, Bapa Sri Paus Yohanes Paulus II mengumumkan pengangkatan Rm. I. Suharyo, Pr. menjadi Uskup Agung Semarang, menggantikan Julius Cardinal Darmaatmaja, SJ. Ditahbiskan sebagai Uskup di GOR Jatidiri Semarang dengan Semboyannya :”Serviens Domino Cum Omni Humilitate” Act 20:19 yang artinya “Aku Melayani Tuhan Dengan Segala Rendah Hati” Kisah Para Rasul 20:19. Serta pada 2 Januari 2006, ditetapkan sebagai Uskup Militer menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ.

Berikut adalah biodata beliau :

Nama : Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo

Tempat dan tgl lahir : Sedayu, Yogyakarta/ 9 Juli 1950

Pendidikan :

1968 SMA Seminari Mertoyudan, Magelang

1971 Sarjana Muda Filsafat/ Teologi

1976 Sarjana Filsafat/Teologi FKSS IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta

1981 Doktor Theologi Biblicum Univ. Urbaniana, Roma, Italia Jabatan

Guru Besar Ilmu Theologi Univ Sanata Dharma, Yogyakarta

Uskup Agung Semarang

Uskup Agung Ordinariat Militer Indonesia

Sekjen Konferensi Wali Gereja Indonesia

Pengalaman :

1981-1991 Pengajar Sekolah Tinggi Kateketik STFK Pradnyawidya, Yogyakarta

1983-1993 Ketua Jurusan Filsafat dan Sosiologi-FIP IKIP Sanata Dharma,
Yogyakarta

1993-1997 Dekan Fakultas Teologi Univ Sanata Dharma, Yogyakarta

1994-1996 Pengajar Univ Kristen Duta Wacana, Yogyakarta

Pengajar Unika Parahyangan Bandung

1996-1997 Direktur Program Pascasarjana Univ Sanata Dharma, Yogyakarta

1997 Ketua Konsorsium Yayasan Driyarkara

Ordained priest of Semarang : 26 Jan 1976

Appointed as archbishop of Semarang : 21 Apr 1997

Ordained as archbishop of Semarang : 22 Aug 1997

Appointed as military bishop : 2 Jan 2006

Appointed as coadjutor archbishop of Jakarta : 25 July 2009

Proficiat untuk Mgr Ignatius Suharyo untuk tugas barunya di KAJ

dikutip dari : http://forum.wgaul.com

Juli 29, 2009 at 10:09 pm Tinggalkan Komentar

Gereja Katolik

Notre Dame Cathedral, Paris

Notre Dame Cathedral, Paris

Grand Cathedral of Virgin Mary of Tamasukuri Osaka

Grand Cathedral of Virgin Mary of Tamasukuri - Osaka

Grand Cathedral of Virgin Mary of Tamasukuri Osaka

Grand Cathedral of Virgin Mary of Tamasukuri - Osaka

St. Patrick Cathedral - New York City

St. Patrick Cathedral - New York City

Notre Dame Cathedral, Saigon

Notre Dame Cathedral - Saigon

Foto : Situs Catolic Churh


Juli 28, 2009 at 10:59 am 1 komentar

Tulisan Lebih Lama


Tulisan Terbaru :

Pengunjung :

  • 29,126

Langganan :

Ad Maiorem Dei Gloriam

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.