Archive for Juli 6th, 2008
Pasrah Dalam Tangan Kristus
Biasanya apabila ada seorang tokoh masyarakat datang kesuatu tempat, jauh-jauh hari sudah dilakukan persiapan : tempat pertemuan, tempat menginap, menu perjamuan, siapa saja yang diundang hadir pada pertemuan, siapa saja yang berada dilingkaran terdekat, ini biasanya diisi oleh tokoh-tokoh lokal sedangkan rakyat biasa harus senang di lingkaran paling luar
Bila saatnya tiba masyarakat berdesak-desakan untuk bersalaman dan kalau berhasil bersalaman apalagi ada photonya maka ada suatu kebanggaan tersendiri
Demikian Tokoh kita dalam Injil hari ini, dapat kita tafsirkan betapa berjubelnya orang-orang menyambut kedatangan Jesus di rumah kepala rumah ibadat itu hingga perempuan yang sakit itu boro-boro bersalaman, dia hanya berharap dapat menjamah jubahNya … sampai disini sepertinya Jesus tidak berbeda dengan tokoh masyarakat di jaman kita ini
Perbedaan nampak pada akhir dari seluruh rangkaian kegiatan dimana Jesus mempunyai kuasa yang tidak dimiliki oleh tokoh masyarakat kita, kuasa yang nyata dan langsung berdaya guna, perempuan yang sakit dua belas tahun saat itu juga sembuh … “anak itu tidak mati, tetapi tidur” kata Jesus dan orang-orang menertawakan dia, kalau Jesus mengatakanNya saat ini mungkin kita termasuk orang yang menertawakan, buktinya berapa banyak diantara kita bila berdoa tetap tidak yakin doa kita akan dikabulkan ?
Kepala rumah ibadat, perempuan yang sakit sungguh percaya pada Kristus, bahwa Dia sanggup, mampu melakukan apa yang diluar akal manusia. Untuk itu marilah kita menyerahkan diri kita masing-masing kedalam tangan Kristus yang dengan kasihNya akan membimbing, memelihara hidup kita semua sesuai dengan kehendakNya
07 Juli 2008 – Hari Senin Pekan Biasa XIV
(Hos 2:13, 14b-15, 18-19; Mat 9:18-26)
18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”
19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
21 Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. :
23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
24 berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. 25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.
Add comment Juli 6, 2008
Horeeeee … ini hari minggu
Seperti ada alarmnya kalau sekitar jam 6 tuh mata melek sendiri, tapi hari ini kan minggu … horeeee tidur lagi ah, … waduh jam 10 kawan, bukan main malah kebanyakan, badan malah nggak enak jadinya … langsung disiram aja nih enaknya
Dengan badan segar mbah turun kebawah, wah kok kosong melompong ? nggak ada orang … setelah diHP ternyata anak mbah yang kecil habis main basket sama teman-temannya, “Sebentar juga pulang, ini lagi minum es dulu” jawabnya diseberang sana
Ngapain ya, oh buka blog dulu jangan-jangan sudah banyak tuh tamu .. aduh benar juga kan, Ime_chan sudah nongol duluan sementara yang empunya baru bangun tidur hahaha … mau nyambut tuh tamu eh lapar, untung tamunya di dunia maya jadi bisa ditinggal makan dulu … sorry ya Ime_chan anda disana kan 2 jam lebih awal jadi pasti sudah sarapan eh makan siang (beginilah kalau orang bangun siang makan siang diangap sarapan)
Makan apa ya ? … tempe, kol, daun kemangi yang beli kemarin masih ada, ok kalau begitu … tempe digoreng, uleg sambel terasi – 5 cabai merah – 5 cabe rawit – terasi – sedikit garam, bejeg dah tuh tempe goreng diatas sambel … lalu makan pake kol mentah dan daun kemangi minumnya teh panas manis, tapi sekarang mbah pakainya gula tropicana, ya jaga-jagalah sudah tambah tua hehehe .. wah nikmatnya hidup di dunia ini, cukup makan nasi pakai tempe – sambel – lalapan – minum teh manis … Terima kasih Kristus semuanya ini datang hanya dari diri-Mu saja
Entar ngapain mbah ? … ya Misa minggu di Gereja, pulangnya makan lagi … bubur ayam pake tahu Sumedang, terus pulang buat renungan untuk bacaan besok, baca buku dan tidur lagi, siap-siap besok pagi-pagi ke Bandung … kembali lagi ngorek-ngorek rejeki hahaha
Add comment Juli 6, 2008


