Archive for Juli 4th, 2008
Yang baru … tempatkanlah di tempat yang baru
Makanan yang sehat selain mengandung bahan-bahan yang bergizi dan dimasak dengan benar, harus ditempatkan di piring yang baru atau piring yang bersih, sebab jika ditempatkan di piring bekas atau belum dicuci makanan itu akan menjadi kotor
Demikian juga bila orang habis mandi tentunya memakai baju yang bersih, baju yang sudah dicuci, sebab bila memakai baju yang kotor maka tidak ada artinya orang itu mandi, badan akan tetap saja kotor dan gatal-gatal
“Aku datang bukan untuk memanggil orang-orang benar melainkan orang berdosa” (Mat 9 : 13), Jesus memanggil orang-orang yang berdosa dan orang yang menerima panggilannya adalah orang yang menyadari kelemahan dirinya, kedosaannya, ketidak-mampuannya. Sedangkan orang yang tidak menyadari kelemahannya, tidak akan datang, sebab orang ini tetap saja terpaku pada pendapat dan pandangannya sendiri saja
Jesus datang membawa suatu ajaran baru, merubah sesuatu menjadi baru, suatu harapan baru … yang mana akan lebih mudah diterima oleh orang yang berhati baru, orang yang telah menyadari kelemahan dan kedosaannya
Tanpa adanya kesadaran akan kelemahan, keterbatasan, kedosaan serta perlunya sikap rendah hati kita akan sulit untuk menerima ajaran-ajaran Kristus dan melaksanakannya
5 Juli 2008 – Hari Saptu Minggu Biasa ke XIII
(Matius 9 : 14-17)
14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15 Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
16 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
Add comment Juli 4, 2008
St Teresa Avila – Kerendahan Hati
Ketika belum memiliki kerendahan hati yang besar, menjadi sulit memiliki Tuhan
Setelah mampertimbangkannya, aku pun mengerti bahwa tidak ada kerendahan hati tanpa cinta, atau sebaliknya tak ada cinta tanpa kerendahan hati
Pergumulan batinku mengikuti Jesus memperlihatkan beberapa ciri khas kerendahan hati yang dihayati.
Kerendahan hati ada dalam kesanggupan berbagi rasa bersama orang lain, memahami pikiran dan perasaan bersama orang lain, merasakan penderitaan bersama orang lain, mampu menempatkan diri pada posisi yang tidak merugikan orang lain.
Jiwa yang rendah hati menghayati kebajikan dan tidak khawatir akan penderitaan yang dialami, berlapang dada, suka mengulurkan tangan, suka damai, merasa gembira dan tenang
Jiwa yang rendah hati tidak pamer, bersuka cita apabila orang lain dipuji, bahkan memilih pekerjaan yang dihindari orang lain
Jiwa yang rendah hati tidak menggurui yang lain, taat, dan tidak menolak permintaan dan tawaran karena mengutamakan kehendak Allah, seperti Jesus yang berdoa, “Ya Bapa, kalau boleh biarkanlah cawan ini berlalu dari-Ku, tetapi bukan kehendak-Ku melainkan kehendak-Mu yang terjadi (Mat 26 : 39)
Jiwa yang rendah hati melihat segala sesuatu sebagai anugerah Allah dan melaksanakannya walaupun kadang tak memahaminya
(Pengalaman Mistis St Teresa Avila – Kanisius)
Semoga bermanfaat
Add comment Juli 4, 2008

